fbpx

Cara Mengajukan Permohonan dan Mendapatkan SNI

Jika kita berbicara soal beragam jenis produk yang ada di sekitar kita, jumlahnya hampir tak terbatas dan sangat banyak. Mulai dari makanan, minuman, pakaian, benda elektronik, dan masih banyak lagi kategori atau jenis produk lainnya.

Tapi pernahkah kamu berpikir mengenaik kualitas serta keamanan barang yang kita gunakan atau konsumsi sehari-hari? Apakah ada standar tertentu yang menentukan suatu produk aman untuk digunakan?

Nah, di Indonesia kita memiliki suatu standar khusus yang dikeluarkan oleh pemerintah. Standar tersebut dinamakan SNI (Standar Nasional Indonesia). Standar ini ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional Indonesia dan menjadi satu-satunya standar yang berlaku secara nasional. Untuk setiap barang yang telah melalui proses pengujian standar dan dinyatakan memenuhi syarat maka akan diberikan label atau stampel SNI. Tanda ini menjamin bahwa suatu produk bisa dinyatakan layak dan kualitasnya memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Apa sebetulnya manfaat SNI?

Dengan terjaminnya kelayakan kualitas suatu produk, maka otomatis akan ada beberapa beberapa dampak positif seperti:

  • Keamanan terjamin bagi konsumen dalam menggunakan produk
  • Meningkatkan daya saing produk dibandingkan produk sejenis lainnya
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen dalam membeli dan menggunakan produk
  • Memastikan produsen menghasilakn produk dengan kualitas yang baik
  • Melindungi hak dan kewajiban produsen dalam proses produksi dan pemasaran

Sayangnya, saat ini masih banyak pebisnis yang belum memahami pentingnya sertifikasi SNI serta belum memahami cara-cara untuk mendapatkan label SNI pada produknya. Nah, berikut adalah cara untuk mengurus dan mendapatkan label SNI bagi produkmu:

1. Isi Formulir Permohonan SPPT SNI

Formulir permohonan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SNI) adalah hal pertama yang wajib kamu isi. Berikut adalah beberapa dokumen yang harus kamu siapkan dalam mengisinya:

  • Fotokopi sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 yang sudah dilegalisasi. Bisa kamu dapatkan di Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu (LSSM)
  • Sertifikat dari LSSM negeri asal produk (jika produk diimpor dari luar negeri)

2. Verifikasi Permohonan

Verfikasi permohonan dilakukan oleh LSPro-Pustan. Beberapa hal yang diverifikasi

  • Jangkauan lokasi audit
  • Kemampuan memahami bahasa setempat.

Biasanya proses memakan waktu 1 haru dan kamu akan diberikan invoice rincian pembayaran.

3. Audit Sistem Manajemen Mutu Produsen

Di tahap ini kesesuaian penerapan sistem manajemen mutu akan diperiksa. Yang diperiksa adalah kelengkapan dan kecukupan dokumen sistem manajemen mutu produsen terhadap persyaratan SPPT SNI. Jika ada ketidaksesuaian, koreksi wajib dilakukan dalam waktu maksimal dua bulan.

4. Pengujian Sampel Produk

Dalam prosesnya, Tim LSPro-Pustan akan datang ke tempat produksi dan mengambil sampel produk untuk diuji. LSPro-Pustan Deperin menjamin para petugasnya ahli di bidang tersebut.

Proses pengujian ini dilakukan di laboratorium penguji atau lembaga inspeksi yang sudah diakreditasi. Jika dilakukan di laboratorium milik produsen, diperlukan saksi saat pengujian.

Sampel produk diberi label contoh uji (LCU) dan disegel. Proses ini butuh waktu minimal 20 hari kerja.

Bila ternyata hasilnya belum sesuai, Anda akan diminta untuk menguji sendiri produk tersebut sampai sesuai, lalu dicek kembali oleh tim LSPro-Pustan.

5. Penilaian Sampel Produk

Laboratorium penguji menerbitkan Sertifikasi Hasil Uji. Bila hasil pengujian tidak memenuhi persyaratan SNI, pemohon diminta segera melakukan pengujian ulang. Jika hasil uji ulang tak sesuai persyaratan SNI, permohonan SPPT SNI ditolak.

6. Keputusan Sertifikasi

Setelah semua proses di atas selesai dilaksanakan, tim akan merapatkan hasil audit dan hasil uji. Semua dokumen audit dan hasil uji menjadi bahan rapat panel Tinjauan SPPT SNI LSPro-Pustan Deperin.

Proses penyiapan bahan biasanya perlu waktu tujuh hari kerja, sedangkan rapat panel berlangsung selama satu hari.

7. Pemberian SPPT-SNI

LSPro-Pustan akan melakukan klarifikasi terhadap perusahaan atau produsen yang bersangkutan setelah rapat panel usai.

Keputusan pemberian sertifikat oleh Panel Tinjauan SPPT SNI didasarkan pada hasil evaluasi produk yang memenuhi: kelengkapan administrasi (aspek legalitas), ketentuan SNI, dan proses produksi serta sistem manajeman mutu yang diterapkan dapat menjamin konsistensi mutu produk.

Jika semua ketentuan itu terpenuhi, LSPro-Pustan Deperin akan menerbitkan SPPT SNI untuk produk pemohon.

Biaya pengurusan SNI telah diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No 63 tahun 2007 dengan perkiraan biaya sekitar Rp 10-40 juta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Comment *

Name *

Email *

Website

Baca Juga

Tips Menulis Deskripsi Produk Makanan Yang Menarik
Salah satu tantangan berjualan makanan online adalah bagaimana kamu bisa menciptakan imajinasi bagi calon pembeli ketika mereka melihat deskripsi produk yang kamu berikan. Di samping foto produk yang harus jelas dan menggugah selera, deskripsi memiliki peran penting untuk membawa calon...
Ide Bikin Konten Bisnis Makanan Selezat Makananmu!
Pasti kamu sering mendapat Instagram bisnis makanan yang isi feednya hanya foto-foto produknya terus menerus. Kalau kamu menemukan yang seperti itu, jangan diikuti ya! Media sosial itu medium kita sebagai bisnis untuk bercerita, bukan sekadar menampilkan produk yang kita punya...
Kenapa Bisnis Kamu Butuh Brand Personification?
Sebelum membahas lebih jauh tentang ini mari kita mulai dari memahami apa itu brand personification terlebih dahulu. Brand personification adalah sebuah usaha untuk memberikan nyawa pada sebuah brand yaitu dengan membentuk karakter atau personality tertentu. Personality ini yang kemudian mempengaruhi...

Buat Toko Online-mu Sekarang!

Miliki toko online dalam 15 detik dan jual produkmu dengan lebih mudah.